"aku tahu kau kuat. cuma kadang-kadang aku harap kau lemah sikit supaya boleh ada orang untuk support kau jadi kuat sekali."
bila sudah aku ampuh berdiri
kuat sukmanya
tetap mereka semakin menyakiti aku
dengan monolog "tak apa. dia okay."
sampai waktu biar cuma aku saja yang lumpuh dan jatuh
asalkan bukan dia yang tiba
"untuk support aku jadi kuat sekali"
-- disakiti
[kerana engkau telah begitu selalu dilukai dengan keberadaan aku, justru aku harus pergi dengan berjingkit kaki.]