kepada kapal terbang yang sedang melintasi aku

kapal terbang
mendaratlah engkau perlahan-lahan
menderu dari jauh aku perhatikan
entah kenapa kebelakangan ini aku sayu
bahkan menangis saat melihatmu 
yang sedang tinggi di awan
melintasi aku lekas meninggalkan

kapal terbang
aku ingin sekali mengikutmu
ke benua mana saja yang engkau tuju
jantung ini seakan mahu pecah
talunya sudah tidak lagi indah
perisai kalis di luarnya habis musnah
erat dakapnya mulai lemah

kapal terbang
aku cuma perempuan biasa
yang lincah hanya saat melontarkan aksara
bercerita cuma di sini
dalam sembunyi-sembunyi
saat dinding perutku semakin sempit
dek ribuan rerama yang wujud menghimpit

kapal terbang
ketika nanti kaukan kembali membelah awan
bawalah aku sama, jauh dan tidak dapat dikesan
biar hanya aku seorang sebagai penumpang
biar sejauh engkau mahu aku hilang
aku seluruhnya telah ranap
rangkulannya tidak lagi dapat kudakap