seperti tertulis di ruangan tajuknya
aku karang ini. untuk belahan jiwa
--
arjuna
di pertama kali aku tahu, di penghujung ogos itu
ditanya kau tentang apa sebabku seolah menjauh
aku melulu hambur setiap cela yang membeku
aku tahu, di setengah jam itu
aku terusan meranap hancur hatimu
dan kau duduk diam meneguk teh tarik
mendengar tak diberi ruang bersuara
dan hari ini, di satu disember
belum aku mampu terlupakan setiap salah kata
setiap robek cela yang terlontar
di setiap ranting patahmu
aku tak punya jiwa yang besi untuk berdepan
menyeret maaf yang entah kau terima atau kau butakan
dan di malam menyambut datangnya dua disember ini
melewati bulan ketiga berjarak komunikasi
berputus segala yang menyambung kita
aku berterusan tanyakan jiwa
"sampai bila?"
--
sedang kau telah lama mematikan aku
dari jiwamu.