maafkan anakmu ini
masih degil dengan telinga yang sengaja ditulikan
masih celik dengan mata yang makin ditakungi derita
hatiku ditampi tinggi-tinggi
jauh ke awan ketika matahari rembang
matanya silau lalu tak disambut hatiku
berderai pecah terpercik darah
seluruh ruang menjadi merah
bonda terlalu tulus menyampaikan
ketidaksamaan terlalu menambun
aku membagi sepenuh waktu nafasku berlagu
ketika ia menghumbas dan aku di belakang
tumbang harapan dan nyata elusannya di ubunku cuma mimpi